Padang Lawas, [bhayangkara news.id] - Sat Samapta Polisi Resor (Polres) Padang Lawas kembali berhasil melakukan penangkapan terhadap dua orang terduga pembawa 45 jerigen berisikan miras jenis tuak, setela beberapa bulan ini Polres Palas tidak melakukan penindakan penyakit masyarakat (Pekat).


Kapolres Padang Lawas, AKBP. Indra Yanitra Irawan, SIK,.M.Si melalui Kasat Samapta, AKP. Muhammad Husni Yusuf kepada awak media, Sabtu (03/09/2022).



Kapolres AKBP. Indra YI  membenarkan atas penangkapan tersangka Natalia Siagian warga Desa Seilama Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Asahan dan Luki Situmorang Warga Desa Seilama Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Asahan di Desa Gunung Manaon/ Ulu Gajah Kecamatan Barumun Tengah (Barteng), Sabtu (03/09/2022) sekitar pukul 07.00 WIB.


Kepada awak media, Kasat Samapta Polres Palas, AKP. M. Husni Yusuf menjelaskan kronologis penangkapan terhadap terduga pelaku. Ketika itu Sat Samapta Polres Palas mendapatkan laporan dari masyarakat, bahwa ada satu unit mobil mini bus Gran Max sedang membawa minuman keras (Miras) jenis tuak dari Kisaran Kabupaten Asahan.


Dengan adanya informasi tersebut, Sat Samapta Polres Palas langsung menuju lokasi TKP melakukan pengejaran dan akhirnya Sat Samapta berhasil menemukan satu unit mini bus Gran Max warna hitam dengan plat Nomor Polisi  BK 9860 DA.


Atas penemuan tersebut personil anggota Polres Palas melakukan penggeledahan dan menemukan didalam mobil itu tersusun rapi 45 jerigen warna biru diduga berisikan tuak dan selanjutnya personil Sat Samapta Polres Palas langsung melakukan penangkapan dua orang tersangka dan satu unit mini bus Gran Max warna hitam serta 45 jerigen berisikan tuak untuk dijadikan Barang Bukti (BB).


Kedua tersangka telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Padang Lawas Nomor 07 Tahun 2015 tentang Pengendalian, Pengawasan dan Penertiban Minuman Beralkohol.

Untuk pemeriksaan selanjutnya barang bukti dibawa ke Mapolres Padang Lawas. (Yudha M).