Kepala sekolah SMP PGRI Tumaluntung Meylan Rumengan S.Pd., bersama siswa siswi yang sedang membuat Nyiru.


MINSEL [Bhayangkaranews.id] - Kearifan lokal adalah merupakan bagian dari budaya suatu masyarakat yang tidak dapat dipisahkan dari bahasa yang diwariskan kepada masyarakat di suatu tempat itu sendiri. Dan kearifan lokal biasanya diwariskan secara turun temurun dari satu generasi ke generasi melalui cerita dari mulut ke mulut dan menjadi legenda masyarakat.



SMP PGRI Tumaluntung, yang berada di desa Tumaluntung kecamatan Tareran kabupaten Minahasa Selatan, memiliki suatu kearifan lokal yang sudah sejak zaman dulu dilakukan oleh masyarakat desa tersebut.


Nyiru, atau Sosiru (bahasa Menado) yang terbuat dari bahan baku bambu adalah suatu wadah tempat menampi beras atau yang sejenisnya, saat ini mulai tergerus dengan perkembangan zaman, dan masyarakat sekarangpun sudah sering memakai dari bahan plastik produksi suatu perusahan.


Dengan Mihat perkembangan ini, kepala sekolah SMP PGRI Tumaluntung, Meylan Rumengan.S.Pd melakukan suatu manuver untuk kembali melestarikan kearifan lokal tersebut.


Kepala sekolah bersama guru guru yang ada di sekolah situ, menugaskan kepada siswa siswi untuk membuat nyiru dengan bahan baku bambu.


Ini juga termasuk dalam mata pelajaran seni karya, ucap kepsek Meylan saat ditemui awak media Kamis 01/09/2022.


"Salah satu kearifan lokal desa Tumaluntung, adalah membuat Nyiru, atau Sosiru yang terbuat dari bambu, untuk itu kamu sebelumnya sudah menyiapkan bahan baku bambu yang sudah di bersihkan dan di bilang bilang, sehingga para siswa sudah bisa langsung mempraktekkan untuk pembuatan nyiru", ucap kepsek Meylan.


"Ini kami masukkan dalam mata pelajaran juga, yaitu mata pelajaran praktek karya seni dan Muatan Lokal, karna kami ingin menggali kearifan lokal yang selama ini sudah tergerus dengan zaman modern ini", lanjut kepsek Meylan.


"Dan kedepannya, masih ada lagi beberapa kearifan lokal yang akan kami gali kembali, baik melalui mata pelajaran, maupun praktek langsung, dan kami berharap, para orang tua siswa juga bisa memberikan dorongan bagi siswa siswinya, dalam hal pengembangan kearifan lokal baik seni dan budaya maupun kreatifitas seperti ini", tutup kepsek Meylan.


Robby.