Talang Kemang,Muara Enim - [bhayangkaranews.id]-    Warga Dusun Talang Kemang,kabupaten Muara Enim resah pasal nya tanah peninggalan nenek moyangnya terancam hilang,Di duga akibat permainan oknum kehutanan dan rekan, Karna tidak kunjung adanya kebijakan dan keputusan yang jelas dari pemerintah dan pihak terkait mengenai status lahan masyarakat Talang Kemang tersebut.





Akhirnya warga Talang Kemang meminta kepada organisasi Kamar Dagang Dan industri ( KADIN ), Ormas Generasi Pemuda Serasan Sekundang ( GPS ) dan Dunia Pers Sinergi Bersama Rakyat ( DP – SBR ) untuk meninjau lokasi dan agar dapat menggugah pemerintah untuk bisa menjelaskan secara jelas dan akurat letak dan perbatasan lokasi hutan suaka yang semakin bergeser ke lahan marga tersebut.Sabtu (03-09-2022).


Pernyataan masyarakat tersebut  diperkuat dengan bukti beberapa jenis tanaman yang telah berusiah ampir 100 tahun seperti Durian yg bisa dilihat dari sepanjang jalan di Daerah Talang Kemang tersebut.


"Kita lihat sendiri bahwa Patok kehutanan ini sudah masuk ke lahan kami yang notabene lahan warisan orang tua kami,tu lihat pohon-pohon durian itu kan usianya ampir ratusan tahun,sedangkan patok dari kehutanan ini sekitar tahun 1990 an,nah disini tak ada pemberitahuan dan ganti rugi kepada kami selaku pemilik lahan warisan orang tua kami ini"ujar masyarakat pemilik lahan di talang kemang.


Lebih lanjut M.Nuh selaku salah satu pemilik lahan  menjelaskan,"disini kami tak akan menjual lahan,kami hanya khawatir dengan status lahan kami ini,karena kelak kami juga mewariskan ke anak-cucu,kasihan nanti ini bermasalah"jelasnya.


 Yosrizal salah satu perwakilan Kamar Dagang Dan Industri menerangkan.”menurut saya seharusnya warga Talang Kemang ini di dampingi untuk menanyakan kejelasannya langsung ke dinas kehutanan pihak terkait lainnya.” Terang Rizal 

 

Pasalnya batas hutan suaka makin lama makin merambat ke lahan warga. Ketua GPS Kiki Andrayadi melalui Sekertaris GPS Wahyu Menjelaskan”menyangkut kejelasan status tanah masyarakat yang masuk ke dalam hutan suaka ini bahwasanya kita akan mempelajari dahulu undang undang juga peraturan pemerintah agar tidak salah dan mis dengan instansi pemerintah terutama Kehutanan, antara warga dan pihak-pihak yang terlibat harus jelas” jelas Wahyu.

 

Dalam kesempatan itu ketua DP SBR Indra Yadin Oktomi di dampingi Benadahara SBR menerangkan “ Saya meminta agar KADIN dan juga GPS di dampingi Media membantu masyarakat Talang Kemang inj untuk penyelesaian masalah warga yang sedang di ambang kehilangan lahan ini” pungkas Indra

 

Keresahan warga simpang meo kecamatan panang ini menjadi sorotan Kadin, GPS dan Dunia Pers SBR. Dan warga berharap ada titik terang buat warga yang terancam kehilangan lahannya.

 

Laporan:reno-zul