Serang - [bhayangkaranews.id] - Akibat terjadinya gempa bumi pada Minggu (09/10) sekitar pukul 17.02 Wib dengan kekuatan 5,5 SR di titik gempa berada di koordinat 7,09 derajat Lintang Selatan (LS) dan 106,08 derajat Bujur Timur (BT).


Kabidhumas Polda Banten Shinto Silitonga mengatakan berdasarkan data dari Kapolsek Cirinten Iptu Rusnaka bahwa setelah hujan reda anggota melakukan patroli dan mendapatkan laporan dari masyarakat telah terjadi kerusakan dibeberapa titik pasca gempa terjadi. “Setelah hujan reda, petugas melakukan patroli dan mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa adanya kerusakan rumah warga dibeberapa titik,” ujar Shinto.


Dalam kejadian gempa tersebut, tidak ada korban jiwa hanya kerugian materil. Adapun Shinto mengatakan untuk saat ini ada 4 rumah yang mengalami kerusakan dan kerugian materil. 


“Ada 4 rumah yang mengalami kerusakan yaitu Suhadi (48) warga Desa Badur Kecamatan Cirinten rusak dapur semi permanen dengan kerugian Rp12 juta, Umbi (55) warga Desa Datarcae Kecamatan Cirinten rusak tembok depan ruang tamu dengan kerugian sebesar Rp7 juta, Santani (47) warga Desa Datarcae Kecamatan Cirinten rusak tembok retak depan rumah dan ruang tamu dengan kerugian Rp3 juta, serta Pulung (34) warga Desa Datarcae Kecamatan Cirinten rusak dapur bambu dengan kerugian Rp2 juta,” terang Shinto.


Kemudian Shinto juga menambahkan jika petugas yang mendatangi TKP membantu korban membersihkan puing-puing bangunan yang runtuh pasca gempa, “Petugas yang mendatangi TKP juga membantu warga membersihkan sisa puing yang runtuh pasca gempa,” tutur Shinto.


Diakhir, Shinto menyampaikan akan terus mengupdate perkembangan terkini terkait gempa dan menghimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada menghadapi gempa susulan yang sewaktu-waktu bisa terjadi. "Kami akan selalu mengupdate hasil terkini dan saya menghimbau kepada warga untuk tidak panik namun tetap waspada dan tetap mengikuti arahan dari petugas," tutup Shinto.