Semaya, Lombok Timur, Bhayangkaranews.id -Widya Sorani,A.Ma.Pd salah seorang guru honorer di SDN 01 Semaya yang nasibnya terkatung-katung setlah di mutasi ke SD lain.


Ia sangat menyayangkan mutasinya terjadi ketika ia mendapat formasi P3K di sekolah tersebut,impian yang selama 18 tahun di tunggu akhirnya datang,namun harus kandas karena mutasi dengan alasan pengurangan guru di SD tempatnya mengabdi.


"Saya sangat menyayangkan mutasi ini terjadi ketika saya mendapatkan peluang untuk mengikuti P3K tahun ini, pengabdiansaya selama 18 tahun seperti tidak ada harganya" tutur janda satu anak ini ke wartawan bhayangkaranews.id ,Minggu,13/11/2022


Widy sangat merasa dirugikan dengan keputusan yang diberikan kepadanya dikarenakan sekolah tempat ia mengajar sekarang hanya membuka formasi untuk guru olah raga saja.


"Formasi yang di ada di sekolah baru saya hanya guru olah raga dan saya juga cuma punya 12 jam mengajar tidak cukup untuk persyaratan P3K"lanjutnya.


Janda anak satu ini merasa nasibnya terkatung-katung tidak jelas,Di sekolah baru SK mengajarnya juga belim terbit.


Sementara itu hingga berita ini rilis H.L.Merep Abdul Malik Kepala sekolah SDN 01 Semaya belum bersedia memberikan keterangan terkait mutasi guru honorer di sekolah yang ia pimpin (Ib)