FOKAL-1 (Forum Komuniasi Anak Langkat Bersatu) menyororoti masalah air terendam hampir sudah 2 (dua) bulan di desa beberapa desa di Tanjung Pura Langkat, diantaranya Paya Prupuk, Pekan Tanjung Pura, Pekubuan dan sekitarnya telah menimbulkan kerugian materil yang cukup signifikan terhadap warga mayarakat dilokasi banjir tersebut. Kerusakan perabotan rumah tangga, kenderaan motor, penyakit gatal-gatal telah sangat  banyak dialami masyarakat.

 



Kita sangat prihatin atas permasalahan yang tak kunjung selesai ini, dan kita beharap Pemerintah Kabupaten Langkat segera tanggap dan melakukan langkah-langkah segera untuk mengatasi bencana banjir ini. Ini bencana dan bencana banjir adalah sebuah bencana  alam yang tidak bisa dihindari, akan tetapi bisa di manager/diorganisir sehingga bisa meminilisir dampak kerugiannya. Dari pendapat dan pandangan masyarakat disana, penyebab bajir di Tanjung Pura tersebut akibat drainase yang tak berfungsi, tidak berpungsinya pintu air sebagai pengontrol genangan air, ini kan bukti bahwa banjir yang terjadi bisa diatasi, asal benar-benar ada program antisipasinya, kata Arif selaku Ketua FOKAL-1.

 

Untuk itu kami dari FOKAL-1, meminta pada Pemerintah Kab Langkat, serius dan segera tanggap. Kami yakin, banyak orang orang pintar di Langkat ini, pakar bencana, ada BPBD, bersama masyarkat ajak urung rembuk, bicarakan dan selanjutnya lakukan penanganannya, jangan NATO (No Action Talk Only). Bagaimana Program Tanggap bencananya, perlindungan hak nasib warga yang rumahnya yang tergenang air harus diperhatikan oleh lembaga yang berwenang terhadap bencana seperti BNPB/BPBD. Jangan sampai nanti dipolitisir, dipelintir orang lain, tegas Arif yang juga  Ketua BAHU NasDem Sumut.

 

Arif menambahkan, “Kita harus belajar dari kejadian-kejadian yang pernah terjadi di daerah lain, sampai mengajukan Gugatan Class Action atas permasalahan lambatnya Pemerintah Kab/Kota mengatasi banjir. Jangan sampai masyarakat Tanjung Pura yang dirugikan tesebut, menggugat Pemerintah ke Pengadilan, yang hal itu dimungkinkan terjadi, knapa tidak, karean upaya itu sah dan dibernarkan. Harus disadari dan dipahami bahwa, kerugian yang dialami oleh masyarakat terkena banjir tersebut, bukan hanya materil kerusakan material perabotan  rumah nya, kerugian materiil, psikologis, akan tetapi juga kerugian besar bagi Kota Tanjung Pura, mengapa?, karena dengan kondisi tersebut, Nilai jual asset yang ada di Kota Tanjung Pura menjadi turun drastic, harga tanah NJOP pasti turun, karena tak aka nada orang yang mau tinggal lagi di sana, lama kelamaan dugaan kuat bisa jadi Kota Tanjung Pura menjadi sepi dan menjadi Kota Mati. Untuk itu, kita tungga repon dari Pemerintah Kab. Langkat, Kecamatan Tanjung Pura, semoga ada perubahan segera.Terakhir, FOKAL 1, akan bersama masyarakat untuk memperjuangkan hak-hak mereka terhadap permasalan bajir ini, dan akan melakukan langkag-langkah hokum yang dimungkinkan.