Serang - [bhayangkaranews.id] - Dalam mendukung upaya penetapan Golok Banten menjadi salah satu warisan budaya Indonesia yang mendunia, Polda Banten akan mengadakan seminar Internasional Golok Banten di Mata Dunia yang bertempat di Aula Serbaguna Polda Banten pada Sabtu (12/11) pukul 15.30 Wib bersama 13 Negara.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kapolda Banten Irjen Pol Prof. Dr. Rudy Heriyanto didampingi Dirtahti Polda Banten AKBP Dr. H. Agus Rasyid sebagai konseptor pelestarian golok Banten didampingi Ki Kumbang sebagai pendiri Museum Golok Indonesia, serta perwakilan dari Belanda yaitu Mr. Olivier Blancquaert serta dari negara lain melalui zoom meeting dan peserta pecinta golok dan kelompok pencak silat. 
Dirtahti Polda Banten mengatakan golok yang merupakan peninggalan leluhur yang harus dilestarikan, “Golok yang merupakan peninggalan leluhur harus dilestarikan, karena jika dilihat dari historical maka golok mempunyai historical yang istimewa di Indonesia khususnya di daerah sunda, dan pada zaman dahulu golok merupakan senjata dikalangan raja tanah sunda,” ucap Agus.

Agus mengatakan pada kegiatan nantinya bukan hanya seminar tetapi ada kegiatan lainnya, “Pada kegiatan yang akan diselenggarakan pada Sabtu (12/11) kami tak hanya melaksanakan seminar Internasional Golok Banten di Mata Dunia, kami juga akan mengadakan Penobatan Tokoh Golok Pusaka Indonesia, dan Pameran Golok Pusaka berusia ratusan tahun,” ujar Agus.

Agus juga menambahkan bahwa kegiatan seminar Internasional Golok Banten di Mata Dunia akan diikuti oleh beberapa negara, “Nantinya pada saat pelaksanaan seminar Internasional Golok Banten di Mata Dunia akan diikuti oleh beberapa negara antara lain Belanda, Prancis, Italia, Amerika Serikat, Mexico, Malaysia dan negara sahabat lainnya,” kata Agus.

Dalam hal ini Agus menambahkan telah mendapat undangan dari NPSF Belanda, “Kami telah mendapat undangan dari Naderlands Pencak Silat Federatie (NPSF) Belanda untuk Kapolda Banten hadir dalam kegiatan seminar tentang traditional weapons in connection with the Martial Art of Pencak Silat yang bertempat di Rotterdam Den Haag, pada 17-18 Desember 2022, dan akan dibarengi dengan launching buku The Golok,” terang Agus.

Terakhir Agus mengatakan tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai salah satu bentuk dukungan agar Golok Banten bisa mendunia, “Dukungan ini salah satu itikad baik untuk memperjuangkan Golok sebagai warisan budaya Indonesia, yang selanjutnya pusaka Banten dapat segera didaftarkan ke Unesco sebagai kekayaan Budaya Indonesia,” tutup Agus 

Ahmad Mujib
Kaperwil Banten.

(Bidhumas).