*

Kab IAMIS [ bhayangkara news id ] Wakil Bupati Ciamis, Yana D Putra menghadiri dan membuka secara resmi pelatihan olahan ikan dan olahan pangan lainnya di Aula Desa Bangunharja Kecamatan Cisaga pada Rabu (23/11/2022). 

Kegiatan Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Bangunharja bekerjasama dengan Inopak Institute Tasikmalaya serta diikuti oleh puluhan warga masyarakat yang merupakan para pelaku usaha. 

Wabup Ciamis dalam sambutannya menyampaikan kegiatan tersebut telah sejalan dengan visi Kabupaten Ciamis mantapnya kemandirian ekonomi sejahtera untuk semua dengan misinya pemberdayaan ekonomi yang berbasis ekonomi kerakyatan. 
"Terdapat dua Provinsi di Indonesia  yang laju pertumbuhan ekonominya tetap positif saat Pandemi Covid 19, yaitu Papua dengan pertambangannya dan kedua DIY dengan UMKM nya," Ucap Wabup. 

Hal tersebut menandakan bahwa dengan pemberdayaan UMKM dapat menggerakan roda perekonomian masyarakat dan memberikan kesejahteraan bagi kehidupan masyarakat. 

Menurut Wabup, Idealnya di Ciamis untuk menggerakkan roda ekonomi itu hadir investor besar yang dapat membuka lapangan pekerjaan sebanyak banyaknya.

Namun jika melihat kondisi saat ini dengan isu resesi ekonomi global tahun 2023 menjadi kecil kemungkinannya karena setiap orang akan lebih memilih untuk menyimpan uangnya. 

"Salah satu solusinya yaitu dengan memberdayakan para pelaku usaha atau UMKM dengan bekerja sama atau didorong oleh agnia - agnia setempat sehingga tidak harus ada investor dari luar, " Jelasnya. 

Selanjutnya, Wabup mengucapkan terimakasih kepada Inopak Institute  yang telah bekerja sama dengan Pemdes Bangunharja atas ilmu dan wawasannya kepada para pelaku usaha di desa Bangunharja. 

"Kepada Bapak ibu yang mengikuti kegiatan ini saya berharap ikuti dengan sebaik-baiknya dari awal sampai akhir karena kesempatan seperti ini tidak akan datang dua kali," Pungkasnya. 

Sementara itu, Kades Bangunharja, Sarikin mengatakan kegiatan tersebut dilaksanakan mengingat Desa Bangunharja merupakan Kampung perikanan budidaya berdasarkan SK dari Menteri Kelautan dan Perikanan. 

"Melihat potensi yang ada, dirasa perlu untuk mengoptimalkan produk olahan yang ada supaya UMKM bisa bersaing dI pasar global tentunya dengan kemasan yang cantik dan menarik," Ucapnya.

Ia melaporkan pelatihan akan dilakukan 2 sesi selama 5 hari, sesi pertama 23 sampai 25 Nopember, sementara untuk sesi dua 13 sampai 15 Desember. 

"Dalam pelatihan ini dari mulai materi, praktek, anlisis usaha, pengemasan akan di kupas tuntas, " Jealsnya. 

Hb048