Felly Estelita Runtuwene (FER) saat mensosialisasikan Stunting di BPU desa Munte.


MIINSEL [bhayangkaranews.id] - Kunjungi beberapa desa yang ada di kecamatan Tumpaan, Felly Estelita Runtuwene, yang akrab di sapa dengan singkatan FER ini, tetap setia mensosialisasikan Stunting di kabupaten Minahasa Selatan.



Anggota DPR RI yang adalah ketua komisi IX tersebut, datang ke desa Munte, dan desa Lelema, bersama tim dan bekerjasama dengan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara, untuk mensosialisasikan Stunting dan dampak beserta gejala yang ada.


Sasaran utama adalah ibu hamil dan ibu menyusui, dengan bertemakan:

"Promosi Dan Pencegahan Stunting Bersama Mitra Kerja Dan Kegiatan Momentum", dan bertempat di Balai pertemuan umum desa Munte.


Dihadiri oleh hukum tua desa munte, yang baru terpilih, Oktavian Talopod, bersama masyarakat, tokoh agama dan tokoh masyarakat, yang memenuhi BPU untuk mendengarkan sosialisasi tersebut.


Saat membawakan materi sosialisasi, FER dengan lancar memberikan pemahaman tentang stunting, dan gejala gejala stunting, juga dampak, baik ibu hamil, maupun ibu menyusui.


"Saya sebagai anggota DPRD RI yang ditugaskan untuk mensosialisasi dampak stunting dan pencegahannya, berharap, agar orang tua, harus benar benar memperhatikan masa kandungan ibu hamil, dan bagi ibu menyusui", ucap FER.


"Dan salah satu faktor yang bisa menjadikan anak kita terkenal stunting, adalah kurangnya asupan gizi, dan ketelodoran ibu saat masa kehamilan, ucap FER lagi.


"Untuk itu, mari torang sama sama, memperhatikan perkembangan anak, dari dalam kandungan, hingga melahirkan, tutup FER dengan dialek menado yang kental.


Felly Estelita Runtuwene, adalah tokoh asli kelahiran Amurang kabupaten Minahasa Selatan, tepatnya di desa Rumoong Bawah, yang selalu memperhatikan dan membawa suara rakyat ke meja dewan pusat, karena FER merupakan salah satu anggota DPR-RI perwakilan dari Sulawesi Utara.


Robby.