Bhayangkaranews,- Tarian Adat Tradisional Sumba turut ditampilkan pada acara seminar kepemudaan berskala nasional yang diselenggarakan bersama oleh DPP Generasi Muda Tao Indonesia (GMTI) dan Forum Blok Poros (Forum Intelektual) dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda. Kegiatan ini diselenggarakan di aula kampus Universitas Budhi Dharma Karawaci, Kota Tangerang, Banten pada Minggu pagi 6/11/2022.




Peserta seminar kepemudaan ini terdiri dari mahasiswa perwakilan dari puluhan kampus yang berada di Kota Tangerang dan juga perwakilan dari  organisasi masyarakat (ormas) maupun dari lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang berdomisili di Kota Tangerang. Dalam hal ini, Insan Keluarga Besar Sumba (IKBS) DPC Kota Tangerang sebagai salah satu organisasi masyarakat atau perkumpulan yang berdomisili di Kota Tangerang juga turut diundang. 


Dalam kesempatan itu, IKBS DPC Tangerang Kota juga dipercayakan untuk membawakan (menampilkan) tarian Woleka Sumba. Persembahan tarian Woleka dibawakan oleh anggota IKBS DPC Tangerang Kota yang berasal dari Kodi, salah satu bagian dari daerah Kabupaten Sumba Barat Daya. 

Selain tarian Woleka Sumba, juga turut di tampilkan tarian Saman dari Aceh dan atraksi dari Pagar Nusa. 


Turut hadir Walikota Tangerang, Drs. H. Sachrudin mewakili pemerintah daerah Kota Tangerang sekaligus sebagai keynote speaker dalam seminar tersebut. Dalam sambutannya, Wakil Walikota Tangerang menyampaikan bahwa setiap anak muda masing-masing memiliki potensi dan kemampuan. " Setiap kita anak muda masing-masing mempunyai potensi, masing-masing kita mempunyai kemampuan. Semua tergantung bagaimana kita mengembangkannya", kata Sachrudin. 


Adapun pembicara atau narasumber dalam seminar kepemudaan tersebut, yaitu M. Zaenal Alim, S.Pd.I. Thema yang dibahas kali ini yaitu, Peran Pemuda/i Dalam Mengaktualisasi Sumpah Pemuda. Tentang bagaimana pemuda/i masa kini dalam kemajemukan menjaga dan merawat keberagaman dalam satu wadah bhineka tunggal ika, hal ini juga selaras dengan makna yang terkandung dalam isi sumpah pemuda. 


Zaenal mengatakan bahwa pemuda masa kini adalah pemimpin masa yang akan datang dengan segala potensi yang dimilikinya. 

"Untuk menjadi pemimpin pada masa yang akan datang, ada tiga hal yang dibutuhkan dan harus dimiliki oleh oleh anak-anak muda saat ini, yaitu: pertama harus memiliki ilmu, kedua harus memiliki akhlak, yaitu moralitas dan etika, ketiga harus memiliki integritas", tutur Zaenal.


(Damian)