Tulang Bawang Barat Bhayangkaranews.id.

Dua aparatur tiuh/desa Kibang Tri Jaya Kecamatan Lambu Kibang Kabupaten Tulang Bawang Barat Lampung,saksi dugaan penyelewengan dana insentif guru ngaji dan linmas yang melibatkan kepala tiuh/desa Asrofi,akhirnya  beberapa hari lalu hadir memenuhi undangan penyidik Tipidkor Polres Tubaba Polda Lampung untuk permintaan verifikasi selasa 24/1/2023 sekira pukul 9,30 WIB. 


Dua aparatur tiuh/desa kibang tri jaya yang engan di sebutkan namanya tiba di Polres Tubaba dan sudah ditungu wartawan, yang berada diruwang tamu Mapolres tubaba dengan bergegas tak bayak bicara mereka menuju repseonis dan mengisi buku tamu lalu masuk keruang Penyidik Tipidkor. 


Kurang lebih hinga pukul 13,00 WIB, pemeriksaan kedua aparatur tiuh/desa belum usai,atas keuletan dan kesabaran wartawan untuk menggali informasi dari dua saksi aparatur tiuh/desa, satu aparatur tiuh dapat ditemui dan bersedia dikonfirmasi oleh wartawan di kediamannya di tiuh/desa kibang Tri Jaya rabu 25/1/2023 sekira pukul 13,30 WIB dan mengatakan kepada wartawan seputar pemeriksaan,


" Maaf pak kemaren kami usai pemeriksaan sore , kami di priksa terkait seluruh pengeluran yang di RAB ABT Tiuh/Desa  jugak soal insentif dan onderlah 

saya jawab jujur dan apa adanya semua pertanyaan, biar nanti polisi yang menentukan ranah hukumnya," Ucapnya. 


Ketika wartan bertanya kembali seputar apa saja yang digali penyidik, aparatur itu mengatakan, 

"yang utama pertanyaan penyidik kepada saya seputar insetif linmas dan guru ngaji, saya beberkan semuanya, soal pembentukan limas baru, saya jelaskan  limas baru dibentuk, 15/1/ 2022 mingu malam senin dan insentifnya langsung diberikan malam itu kepada tujuh linmas dari sepuh limas yang di bentuk Pak Asrofi karena yang tiga tidak hadir terkait SK yang katanya dibuat di 2022 saya tidak mengetahui pak,  yang jelas malam pembentukan linmas itu saya hadir dan dijanuari 2023 bukan di desember 2022


Terkait insentit guru ngaji jugak saya benarkan sesuai pernyataan guru ngaji yang tempo hari sempat bapak konfirmasi,saya memberikan Rp 200,000 per orang dan seluruhnya 12 orang terkait  semestinya guru ngaji  menerima Rp 600,000 itu jugak saya benarkan saya melihat di RAB,ABT diangarkan Rp 7200,000 dibagi 12 orang terkait sisanya Rp 400,000 yang tidak diberikan itu saya tidak tau silahkan bapak tanya Pak Asrofi, pada hari kamis  12/1/2023 pagi saya di pangil pak Asrofi di suruh membagikan insentit kepada guru ngaji sebayak 12 orang  per orangnya Rp 200,000 selanjutnya pak asrofi memerintahkan  agar guru ngaji yang sudah menerima insentit harus tanda tangan kalau soal onderlah saya tidak tau dan tidak dilibakan," Tegas narasumbet saksi.


Sementara itu wartawan belum bisa mendapatkan konfermasi dari kepala tiuh Asrofi begitupun dari penyidik tipidkor polres tubaba,hanya didapat keterangan dari Junaedi dari LBH yang mendapingi guru ngaji dan linmas lama, menerangkan bahwa penyidik tetap berkoordinasi dengan dirinya dan secepatnya akan melakukan undangan kepada pihak yang terkait dalam masalah ini setelah pemagilan dua saksi aparatur tiuh/desa usai. 


Dalam kesempatan lain Holidi dari tim Advokad bela rakyat ( ABR ) yang memantau perjalan kasus dugan penyelewengan dana insetif dan onderlah tiuh kibang Tri jaya menegaskan, 

"saya berharap kepada Aparat Penegak Hukum ( APH  ) khusunya penyidik Tipidkor Polres Tubaba agar permasalahan yang melibatkan Kepala tiuh Asrofi diusut tuntas jangan ada yang ditutupi ini persoalan hukum, besar atau kecil nilainya harus di proses apalagi menzolimi guru ngaji yang pertangung jawabanya dunia akhirat", pungkasnya. ( JI ).