*

Kab CIAMIS, [ bhayangkara news id ] Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia melaksanakan Roadshow Percepatan Penurunan Stunting dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem secara virtual.

Mewakili Bupati Ciamis, Wabup Ciamis Yana D Putra didampingi kepala Bappeda, Kadis P2KBP3A Ciamis beserta seluruh jajaran SKPD terkait ikuti acara tersebut dari ruang Oproom Setda Kabupaten Ciamis, Kamis (19/01/2023). 
Selain Kabupaten Ciamis, Roadshow tersebut juga diikuti oleh beberapa Kabupaten Kota di Jawa Barat seperti seperti Kota Sukabumi, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Sumedang dan lainnya. 

Mengawali acara tersebut, Menko PMK Muhadjir Effendy mengatakan, pertemuan ini adalah sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden RI Joko Widodo dalam mempercepat pemenuhan target penurunan stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrim di Kabupaten/Kota.

Muhadjir mengajak para Kepala Daerah agar berupaya lebih keras lagi dalam menurunkan angka stunting di daerahnya masing-masing. Mengingat di tahun 2022 penurunannya masih belum mencapai angka yang telah ditargetkan oleh Presiden.

"Saya ucapkan banyak terimakasih atas capaian-capaian yang telah diraih oleh kabupaten dan kota, akan tetapi kita masih tetap harus mencapai target penurunan pada tahun 2023 ini, minimal bisa mencapai target 3,8 persen atau 4 persen ", Ungkapnya. 

Sedangkan terkait angka kemiskinan, Ia menyampaikan bahwa pada tahun 2022 terdapat kenaikan angka kemiskinan di beberapa Provinsi di Indonesia, namun kenaikan tersebut tidak signifikan. 

Sementara itu, Wakil Bupati Ciamis Yana D. Putra dalam paparannya menyampaikan untuk angka stunting di Kabupaten Ciamis berdasarkan data mengalami penurunan sebanyak 1,5 persen dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2022 berada pada angka 3,4 persen

Selain itu, Wabup juga menerangkan terkait dengan kasus balita dengan berat badan kurang (Underweight), Stunting dan Wasting (Gizi Buruk dan Gizi Kurang) dari tahun 2021 ke tahun 2022 terjadi penurunan masing-masing sebanyak 0,3 persen, 1,5 persen dan 0,5 persen. 

"Keberhasilan capaian penekanan angka tersebut tidak lepas dari kerjasama dan sinergitas lintas sektor diantaranya dengan melibatkan 10 OPD di Kabupaten Ciamis," Ujarnya. 

Serta tidak lepas dari inovasi-inovasi yang telah dilaksanakan dalam menurunkan angka stunting ini seperti Pendampingan khusus keluarga balita malnutrisi (PAKU BESI), sistem informasi kesehatan remaja halo cinta (SI KEREN HALO CINTA) dan Gerakan bersama cegah stunting masyarakat ciamis (GERABAH STUNTING MANIS).

Sedangkan untuk penanganan kemiskinan di Kabupaten Ciamis, Wabup Yana melaporkan terjadinya penurunan dari tahun 2021 berada pada angka 7,97% menurun menjadi 7,72% pada tahun 2022.

"Hal tersebut tentu tidak lepas dari upaya-upaya kita Pemerintah daerah seperti diantaranya Biaya kesehatan gratis bagi warga tidak mampu, pemberian beasiswa bagi siswa dari keluarga yang tidak mampu, Peningkatan akses pelayanan dasar, Operasi pasar murah, Pelatihan kelembagaan kelompok UMKM penerima bantuan sosial dan lainnya, " Pungkas Wabup. 
Hb048