Tangerang- bhayangkaranews.id, Ikatan Keluarga Besar Sumba Timur (IKBST) merayakan natal perdana pada di Aula Sekolah St. Antonius, Matraman, Jakarta Timur, DKI Jakarta pada Sabtu sore 21/01/2023. 



Perayaan natal bersama IKBST dihadiri oleh senior/sesepuh IKBST, warga/anggota IKBST, beberapa pengurus DPP, DPW, dan DPC IKBS. Juga turut hadir perwakilan dari Ikatan Keluarga Besar (IKB) Sumba Barat, IKB Sumba Tengah, dan Ikatan Keluarga Asal Sumba Barat Daya (IKALSABDA). 



Rambu Erina Kahi Timba selaku ketua panitia penyelenggara perayaan natal bersama IKBST, dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang mendukung acara natal bersama tersebut baik dalam bentuk materil maupun non materil. " Saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak, aya, eri, umbu, rambu, para senior yang sudah membantu terselenggaranya acara natal bersama ini", ucap Erin.


Umbu Yafet Wulang, selaku ketua umum IKBST dalam sambutannya mengatakan bahwa susana natal kali ini di luar dugaan. 

 "Hari ini adalah natal pertama IKBST sejak berdirinya IKBST jabodetabek. Tadi saya pikir yang datang hanya lima puluh orang. Tapi ternyata di luar dugaan saya, Tuhan berkehendak lain. Ini bukan karena kehebatan kami, melainkan karena Tuhan dan dukungan dari para senior", tutur Yafet. 

Pada kesempatan yang sama Yafet mengatakan "Satu hal yang paling menonjol dalam acara kita adalah kekompakan. Bahwa ada hal-hal kecil yang mengganggu itu terkalahkan oleh kekompakan". 


Umbu Rudi Kabunang, mewakili senior IKBST dalam sambutannya mengatakan bahwa sebagai sesama orang Sumba harus marangga pandulang (saling tolong - menolong/gotong royong). 

" Kita hidup dalam marangga pandulang (saling tolong - menolong). Kita ada hingga saat ini karena kita marangga pandulang. Marangga pandulang dalam doa, marangga pandulang dalam duka, marangga pandulang dalam menyumbang uang, itu yang namanya marangga pandulang", kata Umbu Rudi. 


Hermanus Malo Dona, ketua umum IKBS juga turut hadir dalam perayaan natal perdana IKBST Jabodetabek. Dalam sambutannya, Hermanus mengatakan bahwa kita harus siap berada dalam zona tidak nyaman.

" Apa yang dilakukan Tuhan adalah hal yang tidak nyaman sebenarnya. Dia lahir di palungan dan mati di salib. Saya menghimbau kepada kita semua bahwa pengurus itu berada dalam zona yang tidak nyaman dalam menggapai mereka yang terpinggirkan", ungkap Hermanus.


Pesan natal yang disampikan oleh pengkhotbah, pendeta Markus mengingatkan kepada semua yang hadir bahwa jalan yang jahat harus dihindari dan mengambil jalan lain yang benar. 

"Orang Majus diperingatkan dalam mimpi bahwa mereka jangan pulang lagi melalui jalan sebelumnya di mana di sana timbul niat jahat Herodes. Kita tahu bahwa sesuatu yang jahat (bahasa Sumba: Akat) kita harus hindari dan kita melalui jalan yang benar", kata pdt Markus.


Perayaan natal bersama IKBST Jabodetabek berjalan lancar dan sakral serta meriah. Perayaan natal di isi dengan berbagai mata acara yaitu, khotbah, sambutan-sambutan, prosesi penyalaan lilin, tari-tarian tradisional daerah Sumba Timur (tari Kabokang dan Kandingang), vocal group, dan dance bersama. 

Suasana kekeluargaan dan keakraban sangat terlihat dalam acara tersebut, mulai dari penyambutan tamu, ramah tamah, hingga jamuan makan bersama. Bahkan tradisi budaya Sumba yang sangat kental yiatu tardisi "cium hidung" dalam penyambutan tamu maupun saat acara akan bubar (berpisah).


Selamat Natal Keluarga Besar Sumba Timur Sejabodetabek. 


(242/Damian)