Humbahas - bhayangkaranews.id, Menurut WHO (2015), stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang, yang ditandai dengan panjang atau tinggi badannya berada di bawah standar. 




Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor, SE kunjungan kerja ke kecamatan Pakkat didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesra Makden Sihombing, S.Sos, Kadis Pendidikan Drs Jonny Gultom, Plt Kadis PMDP2A Parman Lumbangaol, ST, Plt Kadis Kesehatan P2KB dr Gunawan P Sinaga, Kadis Kominfo Batara F Siregar, SE beserta Camat Pakkat Ida Hayanti Marbun, Kepala UPT Puskesmas Pakkat Cahaya Purba, SKM, Bidan Desa termasuk Kepala Desa melakukan rapat terkait stunting di Aula Puskesmas Pakkat, Sabtu (4/3).  


Dalam kunker nya Bupati Humbahas menerangkan, bahwa Kecamatan Pakkat banyak jenis sayuran, buah-buahan seperti durian dan  salak. Tapi kenapa masih ada stunting. Seharusnya tidak pantas lagi ada ditemukan kasus stunting di Pakkat. Maka  Untuk menurunkan angka stunting secara bertahap, semua elemen masyarakat harus dilibatkan,  ujar Bupati,  dan juga Bidan Desa bersama Kepala Desa dan perangkatnya harus kompak untuk mendata warganya, siapa saja yang stunting. Tambahnya.


“Data dan identitasnya harus jelas siapa yang stunting, jangan ada masyarakat yang mengaku stunting supaya dapat bantuan.pda kesempatan tersebut,Bupati juga mengatakan,  Stunting bukan aib. Maka  Kalau sudah terdata, dana desa bisa dianggarkan untuk keperluan stunting berupa pemberian makanan tambahan. Sehingga secara bertahap angka stunting bisa menurun. 


Ada pun cara menurunkan angka stunting di Pakkat ini, harus sepenuh hati, sepenuh pikiran dan saling ada kerjasama. Harus kerja tim, dikerjakan secara bersama-sama. Tidak sepihak tapi berbagai pihak. Gampang ini dilaksanakan kalau punya hati, punya kerja yang serius. Harus diurus benar-benar supaya stunting bertahap menurun. Dinas Kesehatan, Puskesmas, Bidan Desa dan Kepala Desa supaya benar-benar serius bekerja. Dampaknya bukan besok, bukan tahun depan, tapi lima tahun bahkan 30 tahun kedepan” tegas Bupati Humbahas. 


Selanjutnya  Bupati Humbahas memberikan pengarahan dan diskusi bersama dengan Bidan Desa dan Kepala Desa. Di lanjutkan  Dinas Kesehatan P2KB, Camat, seluruh Bidan Desa dan Kepala Desa melakukan rapat percepatan penanganan dan pencegahan balita stunting. 


Plt Kadis Kesehatan P2KB dr Gunawan Sinaga mengatakan, peserta rapat punya komitmen untuk bersinergi dalam rangka pengendalian dan penurunan angka stunting. Camat, Kepala Puskesmas dan seluruh Kepala Desa akan melakukan rapat koordinasi rutin 1 kali sebulan dalam rangka percepatan penurunan stunting. Kepala Puskesmas memilih dan menugaskan 1 orang staf Puskesmas sebagai Ibu/Bapak asuh penanggungjawab 1 desa untuk pendampingan balita stunting di wilayah binaannya. Ucap Gunawan.


Kemudian Kepala Desa menyiapkan anggaran desa untuk pengusulan JKN bagi ibu hamil dan balita dibawah 2 tahun yang belum memiliki BPJS. 

Seluruh Bidan Desa memberikan edukasi mengenai stunting secara rutin di tempat ibadah di wilayah kerjanya masing-masing. Pengadaan antropometri di setiap posyandu diadakan dari dana desa sehingga setiap posyandu memiliki antropometi yang berstandar. (Jp204)